Kuliner Ungaran

Berburu Senja di Omah Mbahrowo, Kedai Kopi dan Homestay di Jalur Lingkar Ambarawa

Apakah kamu termasuk generasi pemburu senja yang menyukai suasana klasik pedesaan? Coba tengok Omah Mbahrowo yang berada di Jalur Lingkar Ambarawa.

Berburu Senja di Omah Mbahrowo, Kedai Kopi dan Homestay di Jalur Lingkar Ambarawa
TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA
Omah Mbahrowo berada di Lingkungan Rejosari RT 1 Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menyajikan aneka kopi, minuman tradisional, kudapan lokal, dan juga homestay bagi para pelancong yang melintasi Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Menikmati kopi dan senja di tengah hamparan sawah di pinggir Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) bisa menjadi pilihan menutup hari selepas lelah bekerja.

Bukan kedai kekinian dengan fasilitas internet, dentuman musik, maupun spot foto Instagramable, namun kedai yang menghadirkan perbincangan dengan perantara segelas minuman maupun sepiring makanan ringan.

Kedai ini mengusung tema lawasan, yakni menggunakan material barang yang sudah lama atau usang seperti joglo kayu jati, lesung, hingga kentongan sebagai identitas fisik kedainya.

Kedai yang dimiliki oleh Hendro Teguh Prastowo memang ingin agar para pengunjung dapat lebih berinteraksi saat menikmati suguhan yang dihidangkan.

Meskipun terdapat banyak bangunan fisik, kedai ini lebih banyak menyuguhkan suasana pedesaan karena lingkungan sekitar berupa persawahan.

"Omah Mbahrowo konsepnya tempat untuk bertemu dengan teman-teman dengan konsep dapur terbuka yang bisa dijangkau oleh pengunjung sekaligus bisa menikmati Joglo maupun kandang kebo," ujarnya pada Tribun Jateng, Senin (15/7/2019) sore.

Omah Mbahrowo berada di Lingkungan Rejosari RT 1 Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menyajikan aneka kopi, minuman tradisional, kudapan lokal, dan juga homestay bagi para pelancong yang melintasi Jalur Lingkar Ambarawa (JLA)
Omah Mbahrowo berada di Lingkungan Rejosari RT 1 Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menyajikan aneka kopi, minuman tradisional, kudapan lokal, dan juga homestay bagi para pelancong yang melintasi Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) (TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA)

Di kedai ini, terdapat empat lokasi utama yang yakni dua joglo sebagai tempat duduk pengunjung, sebuah bangunan fisik yang tadinya berasal dari kandang kerbau dan disulap menjadi dapur.

Ada pula rumah panggung yang berdiri di atas jineman atau kolam ikan yang sedianya difungsikan sebagai homestay, namun untuk sementara digunakan sebagai tempat ibadah.

Tema lawasan memang yang diusung oleh Hendro.

Selain sebagai hobi dan usaha, lawasan menurutnya menghadirkan suasana nostalgia bagi para generasi 70-80an mengenang masa kanak-kanak mereka di rumah eyang maupun orang tua.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved