Belanja Ungaran

Sebelum Dikenal Sebagai Pasar Kriya, Ini Dia Barang yang Dijajakan di Tuntang

Jalan Raya Semarang-Solo yang berada di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang dikenal sebagai Pasar Kriya Tuntang, begini awal mulanya

Sebelum Dikenal Sebagai Pasar Kriya, Ini Dia Barang yang Dijajakan di Tuntang
TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA
Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik. 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Tinah (63), warga Dusun Pancoran Desa Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang telah berjualan di Pasar Kriya Tuntang sejak 2009 silam. Wanita ini bercerita ia dulu menjual durian di kawasan tersebut.

Awalnya Pasar Kriya Tuntang bukanlah seperti sekarang yang menjual aneka barang kerajinan maupun keperluan rumah tangga. Dulu di sini ia berjualan durian bersama lebih dari lima puluh pedagang lainnya.

Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik.
Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik. (TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA)

Sayangnya, durian yang tidak sepanjang tahun panen membuatnya harus memutar otak untuk mencari penghasilan. Setelah melihat banyak kawan yang menjajakan perlengkapan rumah tangga, ia pun tertarik menjual produk yang sama.

"Dulu saya jualan durian, sekitar lima tahun terakhir saya baru jualan gerabah, panci, wajan, kembang," ujarnya saat ditemui di lokasi sepanjang jalan Semarang-Solo Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang pada Oktober 2019 siang.

Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik.
Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik. (TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA)

Barang ia jual seperti panci, wajan, mainan anak, hingga gerabah bukanlah produk asli Kabupaten Semarang. Sebagian besar berasal dari Klaten dan Boyolali. Untuk barang yang diproduksi di Kabupaten Semarang ialah bunga palsu.

Harga yang dibanderol untuk barang dagangannya mulai Rp 25 ribu hingga Rp 1 juta tergantung besar dan kualitas barang tersebut.

Meski demikian, menyadari apa yang ia jajakan bukanlah produk kebutuhan sehari-hari, Tinah mengaku pada hari-hari kerja sepi pengunjung.

"Kalau liburan atau hari minggu pasti rame, kalau hari biasa sepi," ungkapnya.

Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik.
Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik. (TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA)

Meski demikian, ia mengaku berjualan tak hanya untuk mencari uang. Ia mengaku sudah nyaman dan kerasan dengan rekan sesama pedagang.

Tinah sendiri menempati warung pajang di sisi utara jalan. Dalam sebulan ia membayar sewa sebesar RP 45 ribu, atau bila ia membayar sewa untuk setahun menjadi Rp Rp 500 ribu. Uang sewa tersebut dibayarkan untuk kas desa.

Arisa Dwi Rahma (27), warga Kendal yang baru kembali dari Solo kebetulan singgah untuk membeli cetakan telur dadar. Ia sengaja mampir karena kebetulan lewat dan teringat ingin membuat jajanan di rumah untuk buah hatinya.

Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik.
Pasar Kriya Tuntang berada di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Di lokasi ini menjajakan beraneka macam produk kriya kebutuhan rumah tangga berbahan aluminium, rotan, baja, hingga plastik. (TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA)

"Karena anak saya suka jajan martabak telur puyuh di sekolah, lalu kebetulan lewat sini, jadi saya beli cetakannya dan buat sendiri di rumah untuk bekal sekolah anak saya," ungkapnya.

Arisa mengaku meskipun harus menawar harga dari harga yang disebutkan pengunjung, namun harga yang dijual cukup rasional. Ia membayar Rp 70 ribu untuk cetakan telur puyuh aluminium. Ia pun membeli sejumlah perkakas dapur lain yang dibutuhkan.

Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved