Virus Corona

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi Resmi Hentikan Izin Umroh Terkait Virus Corona, Termasuk Indonesia

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menginformasikan terkait adanya peghentian wisatawan asing masuk ke wilayahnya, termasuk untuk ibadah umroh dan wisata.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi Resmi Hentikan Izin Umroh Terkait Virus Corona, Termasuk Indonesia
istimewa/Instagram @juwitanas
Ilustrasi ibadah umroh dari Instagram @juwitanas 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Pernyataan Pers Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi yang dirilis via akun Twitternya pada hari Kamis, 27 Februari 2020 jam 02.40 waktu setempat.

Melalui akun Twitter @KSAmofaEN, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa otoritas kesehatan Pemerintah Kerajaan saat ini masih terus mengawasi perkembangan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona.

Kementerian Luar Negeri tegaskan keinginan kuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui lembaga kesehatan terkaitnya untuk menerapkan standar internasional terkait pencegahan dan penanganan wabah ini.

Aktivitas ini juga mendukung upaya dari negara-negara dan organisasi internasional terutama World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia untuk menghentikan penyebaran, pengendalian dan pemusnahan virus corona.

Dalam rangka upaya melakukan perlindungan yang maksimal terhadap keamanan warganegara, penduduk dan siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah umroh atau mengunjungi Mesjid Nabawi, atau kunjungan wisata.

Berdasarkan rekomendasi dari lembaga kesehatan Pemerintah Kerajaan untuk menerapkan standar pencegahan tertinggi, serta dalam rangka melakukan langkah proaktif guna menangkal masuk dan menyebarnya virus corona ke wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan mengambil langkah-langkah pencegahan sebagai berikut :

1. Menghentikan sementara warga negara asing masuk ke Kerajaan Arab Saudi dalam rangka ibadah Umroh dan mengunjungi Mesjid Nabawi.

2. Menghentikan masuknya warganegara ke Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan visa wisata, bagi mereka yang datang dari negara-negara yang terkena wabah virus corona. Hal tersebut merujuk kepada kriteria yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan terkait Pemerintah Kerajaan.

3. Menghentikan lalu lintas keluar masuk wilayah Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan fasilitas kartu tanda penduduk nasionalnya bagi warganegara Arab Saudi dan warganegara dari negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) lainnya Oman, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Persatuan Emirat Arab.

Meski demikian, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan pengecualian warganegara Arab Saudi yang saat ini telah berada di negara-negara tersebut yang sebelumnya keluar wilayah Arab Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasionalnya.

Pengecualian juga berlaku bagi warganegara dari negara-negara GCC lainnya yang saat ini berada di Arab Saudi serta bermaksud kembali ke negaranya masing-masing setelah sebelumnya masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasionalnya.

Hal tersebut bertujuan agar otoritas terkait di entry point Arab Saudi dapat memastikan dari negara mana pengunjung atau warganegara tersebut berasal sebelum tiba di Arab Saudi, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat bagi mereka yang datang dari negara anggota GCC lainnya.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut diatas adalah sementara, dan penerapannya akan terus di evaluasi oleh lembaga-lembaga kompeten yang terkait.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tetap mendukung upaya internasional guna membatasi penyebaran virus ini.

Selanjutnya Kementerian Luar Negeri meminta warganegara Arab Saudi untuk tidak bepergian ke negara-negara yang saat ini terkena wabah virus corona.

Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved