Wisata Ungaran

Belajar Membatik di Adisty Batik Alas Penggaron Kabupaten Semarang, Bahkan Bule Pun Tertarik

Batik Adisty Alas Penggaron Kabupaten Semarang tak hanya menjajakan batik, melainkan juga memberikan pelatihan membatik, bahkan bule Jerman tertarik.

Belajar Membatik di Adisty Batik Alas Penggaron Kabupaten Semarang, Bahkan Bule Pun Tertarik
TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA
Lina Einhausen (15) dan Errik Hoffmann (15), pelajar dari Gymnasium Ohlstedt Hamburg belajar membatik di Adisty Batik Alas Penggaron, Jalan DI Panjaitan Raya Nomor 112A Siroto, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Sebelas pelajar dari Gymnasium Ohlstedt Hamburg Jerman belajar membatik di Adisty Batik Alas Penggaron, Jalan DI Panjaitan Raya Nomor 112A Siroto, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang 

Lina Einhausen (15), seorang pelajar menuangkan lilin cair menggunakan canting di atas kain yang telah ia gambar bunga sesuai kreasinya.

Tak seperti membatik pada umumnya, Lina mengalasi kain yang tengah ia gambar menggunakan koran.

Ia pun menorehkan malam cair yang pada setiap garis gambarnya.

Kali pertama mengenal batik dan belajar membuat batik tulis membuatnya kagok sehingga ia tak tahu bila lilin yang mengering dapat membuat kain dan koran lengket.

"I never knew what is batik and I have never made this before," ujarnya dalam Bahasa Inggris yang berarti ia tak pernah tahu apa itu batik sebelum ia ke Indonesia dan ia pun baru kali ini belajar membuat batik.

Lina dan sepuluh kawannya telah tiba di Indonesia sejak tiga hari lalu.

Lina Einhausen (15) dan Errik Hoffmann (15), pelajar dari Gymnasium Ohlstedt Hamburg belajar membatik di Adisty Batik Alas Penggaron, Jalan DI Panjaitan Raya Nomor 112A Siroto, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Lina Einhausen (15) dan Errik Hoffmann (15), pelajar dari Gymnasium Ohlstedt Hamburg belajar membatik di Adisty Batik Alas Penggaron, Jalan DI Panjaitan Raya Nomor 112A Siroto, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. (TRIBUNJATENGTRAVEL.COM/AMANDA RIZQYANA)

Setibanya di Indonesia, ia mengunjungi persawahan dan melihat proses pembuatan padi, berjalan-jalan di mal atau pusat perbelanjaan.

Ia juga berangkat dan mengikuti pelajaran di SMA Negeri 1 Ungaran, pergi dan bersepeda di Alun-alun Bung Karno, belajar pencak silat di sekolah, dan kini tengah mengikuti pelajaran membatik.

Ia pun mengaku senang dengan perlakuan rekan maupun orang lain yang ia anggap ramah.

Ia mengaku masih beradaptasi dengan menu makanan Indonesia.

Di Adisty Batik Alas Penggaron tak hanya menjajakan produknya berupa kain batik, namun juga memberikan pelatihan membatik.

Pengunjung yang datang bisa melihat proses pembuatan batik mulai dari pengolahan kain, menggambar pola, penorehan malam menggunakan canting, hingga merebus kain dan menjemurnya.

Biaya untuk belajar membatik ini sebesar Rp 100 ribu per orang.

Hasil belajar membatik pada kain berukuran 1 x 1 meter tersebut dapat dibawa pulang oleh peserta.

Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved