Virus Corona

Pandemi Virus Corona, Pemerintah Jepang Keluarkan Dua Kebijakan Tambahan Terkait Keimigrasian

Pemerintah Jepang mengeluarkan dua kebijakan tambahan dalam pengaturan keimigrasian terkait merebaknya pandemi virus corona yang harus diperhatikan.

Pandemi Virus Corona, Pemerintah Jepang Keluarkan Dua Kebijakan Tambahan Terkait Keimigrasian
istimewa
Kemlu RI bagikan imbauan terkait peningkatan kewaaspadaan perjalanan ke Jepang. 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) melalui akun sosial media, aplikasi, dan portal Safe Travel membagikan informasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) terkait merebaknya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona di Jepang.

Sebagai langkah penanganan dan pencegahan terhadap merebaknya pandemi virus corona lebih lanjut, Pemerintah Jepang akan segera mengambil kebijakan tambahan dalam pengaturan keimigrasian.

Dua tambahan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah jepang antara lain:

1. Meminta seluruh pendatang dari wilayah Eropa untuk melakukan karantina mandiri selama 14 (empat belas) hari terhitung dari tanggal ketibaan di wilayah Jepang.

2. Pemerintah Jepang akan meningkatkan tingkat Imbauan Perjalanan bagi Warga Negara (WN) Jepang yang akan bepergian ke Luar Negeri dari Level 0 menjadi Level 1 (Tetap Waspada).

Sehubungan dengan hal tersebut, Kemlu mengimbau WNI yang sedang berada dan atau akan berpergian ke wilayah Jepang untuk senantiasa melakukan upaya pencegahan pandemi virus corona.

Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga stamina fisik dan psikis, rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah, serta mengurangi aktivitas di luar rumah atau melakukan social distancing untuk sementara waktu.

Bagi WNI yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Jepang dari wilayah Eropa, kami imbau untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah Jepang.

Apabila mengalami permasalahan darurat, dapat menghubungi hotline KBRI Tokyo di nomor: +81 80-4940-7419 dan KJRI Osaka pada nomor telepon +818031131003 atau menekan fitur Tombol Darurat dalam aplikasi Safe Travel.

Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved