Virus Corona

Korea Selatan Wajibkan Karantina Mandiri Bagi Pendatang, Melanggar Bisa Didenda dan Dideportasi

Korea Selatan mewajibkan karantina mandiri selama 14 hari bagi para seluruh pendatang, bila melanggar akan dideportasi atau dikenakan denda besar.

Korea Selatan Wajibkan Karantina Mandiri Bagi Pendatang, Melanggar Bisa Didenda dan Dideportasi
istimewa
Kemlu RI bagikan imbauan terkait peningkatan kewaaspadaan perjalanan ke Jepang. 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Terkait perkembangan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona, mulai tanggal 1 April 2020 Pemerintah Korea Selatan mewajibkan karantina mandiri selama 14 hari bagi para pendatang Warga Negara (WN) Korea dan WN non-Korea dari seluruh dunia terlepas dari jenis visa yang digunakan (short term atau long term visit).

Bagi WN non-Korea yang tidak memiliki alamat domisili lokal, maka harus tinggal di fasilitas karantina yang disediakan oleh Pemerintah Korea Selatan dengan biaya sendiri.

Bagi para diplomat dan WN non-Korea yang datang untuk urusan bisnis dapat menghubungi Kedutaan Besar Korea Selatan terdekat untuk mengajukan kemudahan prosedur.

Selanjutnya, saat ketibaan di Korea Selatan harus menjalani tes virus corona yang dibiayai oleh Pemerintah Korea Selatan.

Apabila hasilnya negatif, maka akan diterapkan screening proaktif oleh otoritas kesehatan Korea yang bukan kewajiban karantina.

Sebagai catatan, WN non-Korea yang melanggar karantina mandiri ini akan dideportasi dan bagi WN Korea akan dikenai denda 10 juta Won.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) melalui aplikasi, sosial media, dan portal Safe Travel mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke Korea Selatan untuk sementara waktu.

Bagi WNI yang berada di Korea Selatan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan penularan virus corona.

Apabila mengalami permasalahan saat berada di Korea Selatan, dapat menghubungi hotline KBRI Seoul di nomor: +82 10 5394 2546.

Dalam kondisi darurat, dapat juga menggunakan Tombol Darurat pada aplikasi Safe Travel Kemlu untuk menghubungi Perwakilan RI dimaksud.

Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved