Saran Bepergian

Jalani #DiRumahAja Selama Tiga Pekan, Ini Cara Untuk Menghindari Depresi Dengan Rutinitas Rumah

Ini sejumlah cara untuk mengurangi risiko atau mengurangi gejala depresi, terlebih di momen pandemi virus corona yang membuat harus berada di rumah.

Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
istimewa
Safe Travel Corona Malaysia 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Beberapa hal dapat di lakukan untuk mengurangi risiko atau mengurangi gejala depresi.

Hal ini masih dapat di upayakan oleh individu yang menemukan dirinya berisiko atau mengalami gejala-gejala depresi.

Bagi Tribunners, inilah tip yang bisa diterapkan ketika momen pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) atau virus corona yang membuat harus bertahan di dalam rumah selama hampir dari tiga pekan terakhir.

1. Memaknai lagi hidup dengan lebih positif
Persoalan depresi perlu direspon dengan pemaknaan hidup yang lebih baik dan positif dari sebelumnya.

Misalnya, rasa kehilangan orang tua yang meninggal dapat di maknai dengan positif bahwa orang meninggal akan di terima di sisi Tuhan.

Keinginan untuk menuruti rasa keinginan untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Mengubah pemaknaan menghadapi kondisi-kondisi sulit yang menyebabkan ketertekanan perlu dilakukan.

2. Menjadi lebih aktif secara sosial 
Kecenderungan menarik diri dari lingkungan terjadi pada pengidap depresi.

Jika terdapat gejala tersebut, berusahalah untuk terlibat, membuat atau menjadi bagian dari kegiatan sosial yang membantu anda mengekspresikan perasaan dan menyalurkan energi psikis pada hal yang lebih baik.

3. Konsumsi makanan sehat dan berolahraga
Metabolisme tubuh menjadi faktor penting dalam persoalan persoalan psikis manusia sebagai contoh, orang yang sedang marah besar atau kesedihan mendalam akan mengalami gangguan pernafasan.

Nafas tersengal akan dirasakan oleh individu tersebut.

Guna memastikan metabolisme yang baik pastikan Anda mendapatkan asupan makanan sehat.

Selain itu, olahraga juga memperlancar aliran darah dan membantu Anda mengurangi stress.

4. Tidur Cukup
Pastikan pola tidur Anda mencukupi, tidak kurang dan tidak berlebihan. Aturlah waktu bangun dan tidur dengan baik dengan pola-pola sehat sesuai dengan metabolisme tubuh.

5. Perlukah ke psikiater/dokter atau psikolog?
Keputusan untuk mengkonsultasikan persoalan ini ke dokter atau psikolog dapat di lakukan apabila Anda merasakan gejala-gejala tidak teratasi dengan metode metode pengendalian yang sudah anda lakukan.

Perlu di ingat, psikolog adalah tenaga ahli yang fokus pada pendekatan terapi non medis. sementara tindakan medis hanya bisa di lakukan oleh psikiater atau dokter jiwa.

6. Membina komunikasi dan sikap asertif (terbuka) terhadap keluarga
Berada jauh dengan keluarga memberikan hambatan tersendiri dalam komunikasi.

Hal ini disebabkan terkadang oleh perbedaan waktu, masa kerja, dan jarak. Namun hambatan tersebut kini bisa di minimalisir dengan perkembangan teknologi informasi terkini.

Komunikasi dan sikap asertif akan menjaga kesehatan mental. Hal ini disebabkan oleh keberadaan figur lekat (keluarga ) untuk melepaskan energi negatif psikologis yang muncul seperti kekhawatiran, rasa kesendirian dan ketakutan lainnya.

7. Membangun Perencanaan Masa Depan
Bekerja di luar negeri bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mewujudkan harapan dan keinginan pekerja migran beserta keluarga.

Cita-cita tersebut membutuhkan perencanaan yang baik dan komitmen bersama keluarga untuk menjalankan kesepakatan tersebut.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved