Saran Bepergian

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Buka Jasa Titip Ketika Bepergian ke Luar Negeri, Bisa Kena Pajak

Hal yang harus diperhatikan saat buka jasa titip ketika bepergian ke luar negeri yakni besaran pajak dan besaran nominal yang memenuhi nilai pabean.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Buka Jasa Titip Ketika Bepergian ke Luar Negeri, Bisa Kena Pajak
istimewa
Safe Travel Corona Kanada 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 203/PMK.04/2017, barang pribadi penumpang dengan nilai pabean paling banyak USD 500 atau sekitar Rp 7 juta dalam kurs saat ini diberikan pembebasan bea masuk.

Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) melalui aplikasi, portal, dan sosial medai Safe Travel.

Jika nilai pabean melebihi USD 500 maka kelebihan tersebut dipungut bea masuk dan pajak sebesar 10% dalam rangka impor.

Barang Pribadi Penumpang adalah barang bawaan penumpang yang dipergunakan/dipakai untuk keperluan pribadi termasuk sisa perbekalan (personal use) yang terdiri dari:

1. Barang yang diperoleh dari luar negeri dan tidak akan dibawa kembali ke luar Indonesia.

2. Barang yang diperoleh di Indonesia.

3. Barang yang diperoleh dari luar negeri, yang akan digunakan selama berada di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat penumpang meninggalkan Indonesia.

Lalu bagaimana dengan barang non-pribadi atau yang saat ini dikenal dengan barang jasa titip (jastip)?

Barang non-pribadi adalah barang yang menurut jenis, sifat, dan jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi, diimpor untuk diperjualbelikan, barang contoh, barang yang akan digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk industri, dan/atau barang yang akan digunakan untuk tujuan selain pemakaian pribadi.

Jika terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang membawa kategori barang non-pribadi, Anda wajib memberitahukannya didalam Custom Declaration (CD) untuk kemudian dilakukan perhitungan pungutan pajak dalam rangka impor.

Selain CD, Anda juga wajib mengisi formulir Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK).

Untuk perlakuan perpajakannya, barang non-pribadi atau jastip tidak mendapatkan pembebasan Bea Masuk (BM), dikenakan PPh dan PPN, serta tarif BM sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia tahun 2017.

Oleh karena itu, kami mengimbau para WNI yang melakukan usaha jastip dan sejenisnya untuk menjadi warga negara yang baik dengan mengikuti peraturan kepabeanan terkait barang non-pribadi.

Ikuti kami di
Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved