Info Kuliner

Kedai Tiga Nyonya Semarang Hadirkan Menu Perpaduan Peranakan Tionghoa, Indonesia, Belanda

Kedai Tiga Nyonya menyajikan masakan dari resep rahasia keluarga namun menggunakan bahan halal dan MSG agar dapat dinikmati seluruh kalangan.

Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
TRIBUNJATENG.COM/FAIZAL M AFFAN
Kedai Tiga Nyonya menyajikan masakan dari resep rahasia keluarga namun menggunakan bahan halal dan MSG agar dapat dinikmati seluruh kalangan. 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang terdapat resto baru yang menjajakan makanan akulturasi tiga budaya.

Resto bernama Kedai Tiga Nyonya ini, menjual makanan yang berasal dari peranakan Tionghoa, Indonesia, dan Belanda.

Kedai Tiga Nyonya menjelaskan resto yang dibuatnya bermula ketika ingin mengenalkan masakan keluarga kepada khalayak umum.

Pertama buka pada 17 Desember 2003, Kedai Tiga Nyonya buka di Tebet Indraya Square (TIS), Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Kedai Tiga Nyonya menyajikan masakan dari resep rahasia keluarga namun menggunakan bahan halal dan bebas Monosodium Glutamat (MSG), agar bisa dinikmati seluruh kalangan.

Kedai Tiga Nyonya Semarang merupakan cabang ke-11 dan ingin jadi pelopor makanan peranakan yang halal dan sehat.

Menu yang direkomendasikan oleh Kedai Tiga Nyonya Semarang antara lain es lobi-lobi, es spesial tiga nyonya, ngohyang, sup asam-asam iga sapi, bakso penanten, nyonya rijsttapel, dan yang paling spesial ikan bakar tiga nyonya.

Ikan bakar tiga nyonya menggunakan laut dalam, sehingga rasanya juga khas dipadukan teknik masak dari Papua.

Selain makanan itu, ada juga camilan yang hanya ada di resto ini, yakni ngohyang.

Ngohyang berbentuknya seperti rolade yang dibuat dari tahu dan potongan udang segar.

Ngohyang itu jika diartikan menjadi lima resep makanan wangi,rasanya sedikit segar dan gurih, karena ada beberapa rempah khusus yang ditambahkan.

Buka mulai pukul 10.00 hingga 21.00, resto ini menyajikan lebih dari 100 jenis makanan dari tiga budaya.

Tidak hanya makanannya saja yang sangat otentik, dekorasi resto juga dibuat semirip mungkin seperti resto yang dimiliki oleh orang tionghoa.

Lampu-lampu dalam sangkar, lukisan kuno, hingga ikon landmark Kota Semarang juga terpampang di beberapa sudut resto.

Kedai Tiga Nyonya tak hanya menyajikan makanan tiga budaya saja, tetapi juga ingin memberikan pengalaman baru kepada pengunjung supaya seolah-solah kembali ke masa kolonial Belanda.

Sumber: Tribun Jateng

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved