Info Bepergian

Kemenparekraf Dorong Industri Hotel dan Restoran di Aceh Sertifikasi Indonesia Care

Kemanparekraf/Baparekraf mendorong pelaku pariwisata yang bergerak di bidang hotel dan restoran di Aceh agar menerapkan sertifikasi Indonesia Care.

Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
istimewa
Kemanparekraf/Baparekraf mendorong pelaku pariwisata yang bergerak di bidang hotel dan restoran di Aceh agar menerapkan sertifikasi Indonesia Care. 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf/Baparekraf) mendorong pelaku pariwisata yang bergerak di bidang hotel dan restoran di Aceh agar menerapkan sertifikasi Indonesia Care.

Direktur Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Fahlevi, dalam acara 'Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Hotel dan Restoran' di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Kamis (1/10/2020) mengungkapkan, sertifikasi bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan agar kembali berkunjung ke Aceh setelah ada pengakuan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Kita memerlukan sertifikat yang menandakan pengakuan bagi suatu usaha yang telah memenuhi standar kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE),” kata Reza.

Reza mengatakan, pihaknya juga tengah mempersiapkan platform daring untuk pendaftaran sertifikasi yang akan dibuka mulai Oktober 2020.

Proses sertifikasi ini, lanjut Reza, akan diawali dengan pengisian formulir self assessment oleh pengelola hotel dan restoran sebagai bentuk penilaian awal atas penerapan protokol kesehatan pada usaha yang dikelolanya.

“Jadi setelah ketentuan tersebut sudah dipenuhi, pelaku usaha dapat men-declare-kan diri telah memenuhi semua protokol kesehatan. Nanti kemudian akan kami turunkan tim dari lembaga sertifikasi untuk mengaudit, dalam hal ini Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, dan itu semua gratis karena biaya ditanggung Kemenparekraf,” katanya.

Reza berharap para pengelola hotel dan restoran di Banda Aceh menjadi pendaftar gelombang pertama sertifikasi Indonesia Care.

Ia menilai, di masa yang akan datang, wisatawan akan lebih memilih datang ke destinasi wisata yang terjamin kebersihan dan telah menerapkan protokol kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (CHSE).

“Banda Aceh sebagai salah satu kota yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakatnya, dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan melalui sertifikasi penerapan protokol kesehatan ini,” ujar Reza.

Kemanparekraf/Baparekraf mendorong pelaku pariwisata yang bergerak di bidang hotel dan restoran di Aceh agar menerapkan sertifikasi Indonesia Care.
Kemanparekraf/Baparekraf mendorong pelaku pariwisata yang bergerak di bidang hotel dan restoran di Aceh agar menerapkan sertifikasi Indonesia Care. (istimewa)

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin dan Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved