Wisata Temanggung

Pabrik Cerutu Temanggung Ini Berumur Lebih Dari Seabad, Telah Produksi Ribuan Cerutu Per Hari

Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine.

Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
istimewa
Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine. 

TRIBUNJATENGTRAVEL.COM-Pabrik cerutu Rizona yang berdiri sejak 1910 terletak di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung.

Pemilik Rizona, Hoo Tjong An belajar membuat cerutu dari pembuat cerutu asal Filipina ketika mendirikan pabriknya tersebut.

Setelah mendapat ilmu pembuatan cerutu, Hoo Tjong An membangun pabrik kecil dan mempekerjakan warga di sekitar pabrik.

Alasan pemberian nama Rizona karena diambil dari jenama cerutu luar negeri.

Meski pabrik Rizona berlokasi di Temanggung, cerutu Rizona tidak memanfaatkan tembakau dari Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro karena tembakau dari Temanggung terlalu tebal.

Karakter tembakau Temanggung yang memiliki tulang daun kekar berdampak daun patah dan sobek ketika digulung dalam proses pembuatan cerutu.

Bahan baku pembuatan cerutu Rizona didatangkan dari Jember, Jawa Timur.

Kala itu, konsumen yang menikmati cerutu Rizona merupakan kaum ekspatriat yang tinggal di Temanggung dan daerah lain di Pulau Jawa.

Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine.
Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine. (istimewa)

Tetapi seiring perkembangan zaman, cerutu kalah pamor dengan rokok kretek dan klembak menyan sehingga produksinya semakin menurun.

Tiga puluh tahun setelah Rizona didirikan, Rizona dipimpin anak Hoo Tjong An, Sunardi Hartono.

Lima puluh tahun kemudian anak Sunardi, Mulyadi Hartono memegang kendali Rizona

Sayangnya, saat ini produksi cerutu kurang menguntungkan dikarenakan jumlah konsumen yang sedikit.

Saat ini, Mulyadi mempekerjakan 38 orang yang bertugas membersihkan daun tembakau sampai mengepak dus-dus cerutu.

Sebagian besar karyawan adalah kaum perempuan yang dianggap lebih telaten dan Iebih rapi dalam bekerja.

Pemilik Pabrik Cerutu Rizona Temanggung, Mulyadi Hartono, menjelaskan, tak hanya proses pembuatan cerutu yang masih dipertahankan, tembakaupun masih dipasok dari Jember.

Proses pembuatan cerutu dimulai dengan pengasapan tembakau.

Daun tembakau lalu difermentasi selama kurang Iebih satu tahun.

Daun tembakau hasil fermentasi yang sudah pecah, tebal, dan hitam dipilih sebagai isi cerutu.

Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine.
Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine. (istimewa)

Sedangkan daun yang halus dan terang dipakai untuk bungkus lintingan tembakau.

Tembakau isi cerutu dirajang, sementara daun tembakau untuk pembungkus dibasahi air supaya tidak pecah.

Daun itu kemudian digulung melintang membungkus isi cerutu.

Agar lintingannya benar-benar sempuma, cerutu dipres selama dua jam dalam cetakan kayu kemudian dibungkus Iagi dengan daun tembakau.

Kedua ujungnya dipotong sesuai dengan ukuran. Setelah itu, cerutu dijemur sehari untuk mengurangi kadar air, lalu cerutu difumigasi agar tidak ada serangga dan jamur yang tinggal di daun.

Setelah itu cerutu diperam selama dua bulan, baru kemudian dibungkus plastik dan dikemas ke dalam kotak.

Rizona mempunyai tiga jenama cerutu, yakni Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine.

Sekotak Kenner King Extra berisi 20 batang.

Ukuran cerutu ini lebih besar dibandingkan dua merek lain.

Sekotak Kenner Bollero berisi 20 batang.

Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine.
Parik Cerutu Rizona berdiri sejak 1910 ada di Jalan Diponegoro Nomor 27 Temanggung produksi Kenner King Extra, Kenner Bollero, dan Havana Extra Fine. (istimewa)

Sedangkan Havana dengan ukuran paling kecil berisi 30 batang. Selain ukuran, tiga merek ini juga berbeda rasa.

Dalam sehari, Rizona mampu menghasilkan 3.000 batang cerutu.

Kini, cerutu Rizona tersebut dipasarkan ke Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan Malang.

Pasar paling besar cerutu Rizona ialah Jakarta dan Bandung.

Sementara itu, Administrasi Pabrik Cerutu Rizona, Fita Susanti menjelaskan, lem yang digunakan dibuat khusus dari bahan alami yang layak konsumsi, yaitu tepung dan pati.

Proses pembuatan cerutu tidak menggunakan saus atau bahan kimia.

Saat ini, Kenner King Extra dijual Rp30 ribu per bungkus, Kenner Bollero Rp24 ribu dan Havana Extra Fine Rp30 ribu per bungkusnya.

Sejauh ini, Kenner Bollero paling banyak diminati dengan tingkat penjualan berkontribusi lebih dari 70% dibanding dua merek lain.

Pabrik juga menyediakan pembelian langsung.

Operasional perusahaan buka setiap Senin-Jumat, mulai pukul 08.00-16.00.

Sedangkan hari Sabtu buka setengah hari dari 08.00 sampai 14.00 dan hari Minggu libur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved