SMA Negeri 3 Semarang Dilatih Citi Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia Sebagai Pengusaha Muda

3.812 pelajar dari 30 SMA/SMK di dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar menjadi penerima manfaat program Youth Enterpreneurship.

Penulis: Amanda Rizqyana
Editor: Amanda Rizqyana
prestasi junior indonesia
3.812 pelajar dari 30 SMA/SMK di dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar menjadi penerima manfaat program Youth Enterpreneurship. 

TRIBUNJATENG.COM – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan cukup berat saat pandemi virus corona terjadi.

Survei Bank Indonesia pada Maret 2021 menunjukkan 87,5% UMKM Indonesia terdampak negatif pandemi, utamanya di sisi penjualan, dan hanya 12,5% yang bertahan karena melakukan transformasi digital.

Padahal, enam dari sepuluh konsumen Indonesia telah mencoba perilaku belanja baru dengan metode daring sejak pandemi terjadi dan 88% di antaranya berniat melanjutkan setelah pandemi selesai.
 
Berinisiatif untuk turut serta mengatasi kesenjangan ini, Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia), melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) sebagai payung seluruh kegiatan CSR-nya serta dengan dukungan Citi Foundation, bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan program edukasi kewirausahaan Youth Entrepreneurship through A Digital Approach Initiative bagi 3.812 pelajar SMA/SMK di lima kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar).

 

3.812 pelajar dari 30 SMA/SMK di dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar menjadi penerima manfaat program Youth Enterpreneurship.
3.812 pelajar dari 30 SMA/SMK di dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar menjadi penerima manfaat program Youth Enterpreneurship. (prestasi junior indonesia)

Menjelang puncak program pada November mendatang, para pelajar dari 15 SMA/SMK di Semarang, Surabaya, dan Denpasar bersaing memaparkan kinerja bisnis mereka dalam kegiatan daring Regional Student Company Competition 2021, Sabtu (11/9).

Tiga perusahaan siswa (student company) terbaik hasil penilaian juri kalangan profesional berhak mewakili daerahnya untuk memperebutkan tiket emas ajang bisnis Asia Pasifik di kompetisi tingkat nasional.
 
Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari mengungkapkan Citi Indonesia bersama PJI telah secara konsisten memberdayakan generasi muda untuk berwirausaha sejak tujuh tahun lalu, dengan nilai investasi hingga lebih dari Rp 18 miliar.

"Para siswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide bisnis, namun juga dibina untuk mampu bersikap adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan, terutama dalam menghadapi kondisi disruptif seperti pandemi Covid-19 ini. Hal ini sejalan dengan prakarsa global Citi dan Citi Foundation yaitu Pathways to Progress, yang berupaya mendorong percepatan peningkatan taraf hidup dan peluang ekonomi bagi generasi muda.”
 
Program Youth Entrepreneurship through A Digital Approach Initiative memfasilitasi pelajar SMA dan SMK untuk mengasah keterampilan kewirausahaan mereka melalui pengalaman langsung mengoperasikan sebuah usaha mikro secara mandiri di sekolah.

3.812 pelajar dari 30 SMA/SMK di dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar menjadi penerima manfaat program Youth Enterpreneurship.
3.812 pelajar dari 30 SMA/SMK di dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar menjadi penerima manfaat program Youth Enterpreneurship. (prestasi junior indonesia)

Para pelajar diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah di komunitas serta mengoptimalkan teknologi digital dalam operasi dan strategi bisnis mereka.

Di awal program, mereka telah mendapatkan pembekalan dari sejumlah profesional bisnis, khususnya seputar pemanfaatan pemasaran digital, melalui Youth Entrepreneur Camp serta berlatih membuat keputusan bisnis melalui simulasi interaktif berbasis web JA Titan.

Selama periode program, karyawan Citi Indonesia yang tergabung dalam Citi Volunteers juga terlibat aktif dalam memberikan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi.
 
Robert Gardiner, Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia menyampaikan di tengah situasi pandemi yang penuh tantangan, pengusaha muda ini membuktikan kepekaan terhadap perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar dapat membantu mereka mengembangkan strategi jitu dalam menjangkau target pasar.

"Selamat empat bulan beroperasi, kelima belas usaha mikro ini berhasil memperoleh total pendapatan bisnis mencapai 94,5 juta Rupiah dengan mengandalkan pemasaran digital."

Robert menambahkan, melalui program ini, para pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman pertama berwirausaha tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan, seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah yang kompleks, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas.

"Dengan dukungan Citi Indonesia, Citi Foundation, dan Dinas Pendidikan setempat, kami berharap upaya berkelanjutan ini dapat terus menjadi wadah lahirnya wirausaha muda baru Indonesia sekaligus mengakselerasi peralihan UMKM ke era digital," pungkasnya.
 
Satu di antara usaha mikro binaan program Youth Entrepreneurship through A Digital Approach Initiative adalah Wignesa Student Company dari SMA Negeri 3 Semarang.

Berangkat dari kepedulian mereka terhadap dampak negatif limbah tekstil terhadap lingkungan, bisnis yang dikelola oleh 14 pelajar ini menghadirkan Tatilo, tas yang mengkombinasikan daur ulang kain jeans bekas dengan batik.

Tiga varian tas Tatilo, yaitu sling bag, backpack, dan pouch bag, dipasarkan melalui marketplace dan media sosial dengan harga terjangkau di kisaran Rp 90 ribu.

Berkat pemasaran digital, bisnis mereka dapat menjangkau pembeli di luar Semarang, seperti Sragen, Solo, dan Bogor.

Tidak hanya peduli lingkungan, Wignesa Student Company juga memberdayakan dua pengrajin lokal di Semarang Barat yang pendapatannya menurun sebagai dampak dari pandemi virus corona.
 
Lima belas sekolah dari Semarang, Surabaya (termasuk Sidoarjo), dan Denpasar yang berkesempatan mengikuti program tahun ini, antara lain SMA Negeri 1 Semarang (One to Win SC), SMA Negeri 3 Semarang (Wignesa SC), SMA Negeri 5 Semarang (Gistace SC), SMK Negeri 9 Semarang (Sasogi SC), SMK LPI Semarang (Nirkamada SC), SMAN 2 Surabaya (Leovulca SC), SMAN 8 Surabaya (Evodis SC), SMAN 16 Surabaya (Alanza SC), SMKN 2 Buduran (Zero to Hero SC), SMKN 3 Buduran (Syailendra SC), SMAN 2 Denpasar (Neon SC), SMAN 4 Denpasar (Arden SC), SMAN 5 Denpasar (CIS SC), SMKN 3 Denpasar (Bention SC), dan SMK Bintang Persada (Reach the Sky SC). Satu sekolah terbaik akan mewakili kota masing-masing untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dari regional lainnya dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company of the Year Competition 2021, yang akan diselenggarakan secara daring pada November mendatang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved